About..

Selasa, 11 Oktober 2016


Hallo semua saya ingin berbagi sedikit cerita tentang pesan dan kesan selama menjadi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Menempuh jenjang strata satu (S1) tidaklah mudah, banyak halangan dan rintangan yang saya lalui selama 4 tahun ini hingga akhirnya saya dapat menyelesaikan tugas akhir (skripsi) tepat pada waktunya. Alhamdulillah saat ini saya akan segera diwisuda, dan itu tidak terlupa doa dan dukungan orang-orang disekitar saya terutama keluarga dan teman-teman saya.
Selama 4 tahun ini saya menempuh studi Pendidikan khususnya program studi PGSD di http://www.ikippgrimadiun.ac.id
Terimakasih IKIP PGRI Madiun telah membuat saya menjadi insan yang lebih berguna :)

Pendidikan Karakter Untuk Membangun Peradaban Bangsa


Pendidikan adalah hal yang sangat dianggap penting di dunia, karena dunia butuh akan orang-orang yang berpendidikan agar dapat membangun Negara yang maju. Tapi selain itu karakter pun sangat diutamakan karena orang-orang pada zaman ini tidak hanya melihat pada betapa tinggi pendidikan ataupun gelar yang telah ia raih, melainkan juga pada karakter dari pribadi dari setiap orang.
Proses pendidikan di sekolah masih banyak yang mementingkan aspek kognitifnya ketimbang psikomotoriknya, masih banyak guru-guru di setiap sekolah yang hanya asal mengajar saja agar terlihat formalitasnya, tanpa mengajarkan bagaimana etika-etika yang baik yang harus dilakukan.
Di dalam buku tentang Kecerdasan Ganda (Multiple Intelligences), Daniel Goleman menjelaskan  kepada kita bahwa kecerdasan emosional dan sosial dalam kehidupan diperlukan 80%, sementara kecerdasan intelektual hanyalah 20% saja. Dalam hal inilah maka pendidikan karakter diperlukan untuk membangun kehidupan yang lebih baik dan beradab, bukan kehidupan yang justru dipenuhi dengan perilaku biadab. Maka terpikirlah oleh para cerdik pandai tentang apa yang dikenal dengan pendidikan karakter (character education).
Banyak pilarkarakter yang harus kita tanamkan kepada anak – anak penerus bangsa, diantaranya adalah kejujuran, yah kejujuran adalah hal yang paling pertama harus kita tanamkan pada diri kita maupun anak – anak penerus bangsa karena kejujuran adalah benteng dari semuanya, Demikian juga ada pilarkarakter tentang keadilan, karena  seperti yang dapat kita lihat banyak sekali ketidakadilan khususnya di Negara ini. Selain itu harus ditanamkan juga pilarkarakter seperti rasa hormat. Hormat kepada siapapun itu, contohnya adik kelas mempunyai rasa hormat kepada kakak kelasnya, dan kakak kelasnya pun menyayangi adik – adik kelasnya, begitu juga dengan teman seangkatan rasa saling menghargai harus ada dalam diri setiap murid -  murid agar terciptanya dunia pendidikan yang tidak ramai akan tawuran.
Sekarang mulai banyak sekolah – sekolah di Indonesia yang mengajarkan pendidikan karakter  menjadi mata pelajaran khusus di sekolah tersebut. Mereka diajarkan bagaimana cara bersifat terhadap orang tua, guru –guru ataupun lingkungan tempat hidup.
Mudah – mudahan dengan diterapkannnya pendidikan karakter di sekolah semua potensi kecerdasan anak –anak akan dilandisi oleh karakter – karakter yang dapat membawa mereka menjadi orang – orang yang diharapkan sebagai penerus bangsa. Bebas dari korupsi, ketidakadilan dan lainnya. Dan makin menjadi bangsa yang berpegang teguh kepada karakter yang kuat dan beradab. Walaupun mendidik karakter tidak semudah membalikan telapak tangan, oleh karena itu ajarkanlah kepada anak bangsa pendidikan karakter sejak saat ini.

artikel pendidikan

Selasa, 30 Desember 2014



PENGARUH HANDPHONE TERHADAP PRESTASI BELAJAR ANAK  SEKOLAH DASAR
Di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, handphone atau ponsel bukanlah barang asing bagi siapapun. Bahkan, anak-anak kecil pun sudah banyak yang bermain dengan handphone. Anak-anak ini sebagai siswa di sekolah, memiliki kewajiban untuk belajar. Lalu adakah pengaruh handphone terhadap prestasi belajar siswa ? Handphone sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi belajar siswa, dari hasil survey ke beberapa siswa, kebanyakan siswa yang mempunyai hp waktu luangnya banyak tersita untuk smsan atau teleponan (bukan untuk belajar) bahkan ada sebagian siswa yang menggunakan alat komunikasi tersebut untuk saling berkomunikasi ketika saat ulangan. Jadi hp sangat berpengaruh sekali terhadap prestasi siswa. Bahkan siswa yang tadinya tidak mengenal handphone tapi prestasinya baik, namun ketika orangtuanya membelikannya handphone prestasi belajarnya menjadi menurun dikarenakan siswa tersebut terganggu konsentrasinya oleh kehadiran handphone (sibuk dengan handphonenya). Namun, ada juga yang prestasinya tidak terpengaruhi HP, karena dia hanya menggunakkan hp untuk keperluan komunikasi saja. Penggunaan HP dalam dunia pendidikan merupakan sebuah permasalahan yang perlu dikaji secara mendalam karena dalam pikiran kita sepertinya HP hanya berguna untuk menyampaikan Short Message Service (SMS), mendengarkan musik, menonton tayangan audiovisual, dan game. Tak ada manfaat yang berarti sehingga harus dilarang untuk dibawa dan dipergunakan siswa dilingkungan sekolah. Sebenarnya, HP juga dapat bermanfaat bagi kalangan pelajar jika digunakan untuk kepentingan belajar. HP yang dapat terhubung dengan layanan internet akan membantu siswa menemukan informasi yang dapat menopang pengetahuannya di sekolah. Namun, pada kenyataannya sangat sedikit pelajar yang memanfaatkan pada sisi ini, HP yang mereka miliki umumnya digunakan untuk sms-an, main game, dengar musik, nonton tayangan audiovisual, serta facebook-an. Memfungsikan HP bukan untuk fungsinya,dll. Selanjutnya, ini berdampak terhadap prestasi belajarnya di sekolah.
Akibat yang terjadi jika para siswa dilarang menggunakan handphone adalah PEMBERONTAKAN, itulah yang akan terjadi jika para siswa dilarang menggunakan handphone oleh gurunya sekalipun yang melarang orangtua mereka. Mereka yang sudah terbiasa hidup dengan selalu didampingi handphone sulit untuk dipisahkan. Sebagian pelajar mengatakan, “ Kalau saya dilarang menggunakan handphone, bagaimana tentang komunikasi saya dengan teman-teman saya, apakah yang melarang saya akan menanggung urusan saya jika ada informasi penting???”. Dan faktanya, beberapa sekolah memberi peraturan kepada siswa-siswinya untuk tidak menggunakan/memakai handphone ke sekolah, namun gurunya membawa dan menggunakan hp ke sekolah bahkan ada beberapa guru yang menggunakannya disaat jam pelajaran. Hal ini membuat siswa beranggapan bahwa peraturan tersebut tidak adil, sehingga siswa masih tetap membawa handphone. Juga ada siswa yang tidak mau sekolah jika tidak diperbolehkan membawa handphone, tidak hanya itu saja mereka nekat mogok makan, mogok bicara, mengurung diri, dll. Tapi tidak semua siswa menolak jika dilarang menggunakan handphone sedikit dari mereka ada yang menurut pada guruya ataupun orang tuanya, dan akibatnya juga positif yaitu prestasi belajar menjadi meningkat karena hanya terfokus pada pelajaran.Seperti memisahkan anak ayam dari induknya, itulah sulitnya melarang para remaja untuk tidak menggunakan handphone di zaman era teknologisasi, ibarakan handphone adalah jantung mereka.
Namun, penggunaan HP dikalangan pelajar harus dapat menyesuaikan waktu antara belajar dengan bermain HP. Maksudnya adalah menggunakan HP hanya sesuai kebutuhan saja. Jika tidak penting lebih baik tidak usah menggunakan HP, karena akan mengganggu kegiatan belajar dan sisi negatif dari HP itu sendiri dapat diminimilisir atau dikurangi.


Pendidikan Karakter

Pengertian Pendidikan Karakter Secara Umum

Pendidikan Karakter adalah suatu konsep dasar yang diterapkan ke dalam pemikiran seseorang untuk menjadikan akhlak jasmani rohani maupun budi pekerti agar lebih berarti dari sebelumnya sehingga dapat mengurangi krisis moral yang menerpa negeri ini. Menurut para ahli pengertian pendidikan karakter haruslah diterapakan ke dalam pikiran seseorang sejak usia dini, remaja bahkan dewasa, sehingga dapat membentuk karakter seseorang menjadi lebih bernilai dan bermoral. Dan saya pun setuju dengan hal itu, bagaimana tidak ? Dahulu bangsa ini terkenal dengan budaya yang ramah tamah, kejujuran, dan kesopanan. Lihatlah fakta yang terjadi saat ini, bangsa ini kian hari kian brutal dan arogan,  korupsi merajarela, kehidupan berangsur-angsur mengkiblat ke gaya barat, narkoba dan lain-lain.

Pengertian pendidikan karakter pada tingkat dasar

Pengertian pendidikan karakter tingkat dasar haruslah menitikberatkan kepada sikap maupun keterampilan dibandingkan pada ilmu pengetahuan lainnya. Dengan pendidikan dasar inilah seseorang diharapkan akan menjadi pribadi yang lebih baik dalam menjalankan hidup hingga ke tahapan pendidikan selanjutnya. Pendidikan karakter tingkat dasar haruslah membentuk suatu fondasi yang kuat demi keutuhan rangkaian pendidikan tersebut. Karena semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin luas pula ragam ilmu yang didapat dari seseorang dan akibat yang akan didapatkannyapun semakin besar jika tanpa ada landasan pengertian pendidikan karakter yang diterapkan sejak usia dini. Sebagai contoh perbuatan yang merusak moral dan karakter adalah tawuran antar penduduk desa, dahulu saya kira tidaklah pernah kita mendengar yang namanya tawuran, akan tetapi sekarang sudah lazim tergiang di gendang telinga kita, bukan anak sma, bukan anak smp tetapi penduduk desa, antar warga kampung... sungguh memprihatinkan.

Pengertian ilmu pendidikan karakter ini merupakan salah satu alat yang paling penting dan harus dimiliki oleh setiap orang. Sehingga tingkat pengertian pendidikan karakter seseorang juga merupakan salah satu alat terbesar yang akan menjamin kualitas hidup seseorang dan keberhasilan pergaulan di dalam masyarakat. Disamping pendidikan formal yang kita dapatkan, kemampuan memperbaiki diri dan pengalaman juga merupakan hal yang mendukung upaya pendidikan seseorang di dalam bermasyarakat. Tanpa itu pengembangan inividu cenderung tidak akan menjadi lebih baik. Pendidikan karakter diharapkan tidak membentuk siswa yang suka tawuran, nyontek, malas, pornografi, penyalahgunaan obat-obatan dan lain-lain.

Pada kenyataannya moral adalah faktor utama yang mendukung pendidikan karakter seseorang tetapi masih ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak dapat menyerap pendidikan karakter yang diberikan. Sebagian besar dikarenakan terbentur dari sisi latar belakang ekonomi dan sosial, kemampuan seorang siswa sebenarnya ada akan tetapi karena terbentur oleh faktor di atas maka terbentur pula kemampuan seorang siswa untuk dapat menyerap apa yang telah diberikan kepadanya. Umumnya siswa dari keluarga yang memiliki tingkat ekonomi lebih baik akan lebih mudah untuk memilih jenis pendidikan yang diingikannya walaupun kemampuan seseorang berbeda-beda. Tingkat ekonmi juga menyumbang banyak pengaruh kepada tingkat penyerapan seorang siswa, siswa dengan tingkat ekonomi tinggi memiliki kesempatan berpendidikan dan berkarakter lebih baik dibanding dengan siswa yang kurang mampu walaupun hal ini tidak menjadi sebuah patokan. Hal ini pula yang meyakinkan kepada program pemerintah bahwa setiap tingkatan ekonomi masyarakat haruslah dapat memperoleh pendidikan semaksimal mungkin, termasuk pendidikan karakter.

Demikian juga dengan faktor dari dalam, yaitu faktor orang tua. Kenapa saya sebut faktor dari orang tua ? Sebagai orang tua haruslah menaruh kepedulian yang sangat tinggi terhadap pendidikan karakter anak-anaknya karena faktor orang tua juga merupakan salah satu kunci sukses dalam dunia pendidikan. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi tinggi haruslah memfokuskan pendidikan untuk anaknya, jangan memfokuskan untuk mencari harta kekayaan yang beralasan demi masa depan anaknya diukur dengan uang. Orang tua yang memiliki tingkat ekonomi rendah, janganlah menjadikan kambing hitam ekonomi untuk membentengi kemampuan si anak.  Orang tua tetaplah harus terlibat dalam dunia pendidikan si anak demi mencapai kesempurnaan pendidikan. Jangan sampai orang tua justru menjadi penghambat upaya-upaya yang dilakukan negara maupun guru.

Faktor lain yang mendukung pendidikan karakter anak adalah guru, guru tentunya harus tahu tujuannya sebagai guru, bukan alasan utama untuk menjadi profesi guru untuk mencari nafkah demi keluarganya saja, tetaplah berpedoman bahwa seorang guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bukan pahlawan dengan banyak tanda jasa. Guru memiliki tanggung jawab untuk membentuk hubungan yang baik dengan para siswa dan orang tua. Guru juga harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan kedua orang tua dan siswa dalam rangka untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahpahaman atau katidaktahuan tentang pendidikan anak-anak. Seorang guru yang baik menyadari setiap kebutuhan khusus untuk  membantu siswa menyesuaikan diri dengan kurikulum yang sesuai. Dan sudah pasti, diperlukan kesabaran ekstra bagi seorang guru dalam berhadapan dengan para siswa. Jadi haruslah ada keterkaitan faktor-faktor tersebut agar terjalin kesinambungan pendidikan yang baik bahkan mencapai ke tingkat kesempurnaan.

Tentunya suatu pendidikan yang ideal tidak dapat dicapai dengan hanya belajar di sekolah, walaupun kurikulum selalu disesuaikan dengan peradaban saat ini. Saya sendiri sebenarnya kurang setuju jika kurikulum selalu berubah-ubah, karena menurut pemikiran saya bahwa perubahan kurikulum yang terlalu sering akan menyebabkan penguasaan bidang pendidikan berkurang apalagi kepada pihak guru. Adalah bijaksana jika suatu kurikulum memperhatikan perkembangan jaman, kurikulum yang bersifat elastis yang dapat mengikuti alur kehidupan. Apalagi penerapan kurikulum sudah banyak meninggalkan pendidikan karakter, dahulu kita pernah mendapatkan yang namanya PMP (Pendidikan Moral Pancasila) tetapi saat sekarang sudah tidak terdengar lagi bukan ? Apakah kita harus meninggalkan semua pendidikan etika seperti itu ?

Pendidikan karakter sangatlah menjadi perhatian berbagai negara di dunia ini untuk membentuk generasi yang berkualitas. Kita harapkan saja bahwa generasi penerus bangsa ini juga mengedepankan pendidikan karakter sehingga membentuk generasi yang tidak brutal, tidak berprilaku free seks, tidak berpesta miunuman keras bahkan tidak berprilaku pornografi. Kita juga mengharapkan dapat berkurangnya tingkat korupsi bahkan hilang, dengan meningkatkan pendidikan karakter tersebut.

Pengertian pendidikan karakter memiliki makna yang amat luas, semua itu tergantung kepada setiap individu yang berperan di dalamnya. Semoga saja pendidikan di negeri ini akan bertambah maju demi masa depan generasi penerus bangsa ini, dan semoga juga pendidikan dapat menjangkau semua aspek kehidupan agar bangsa ini dapat bersaing di dunia internasional dan menjadikan manusia Indonesia menjadi lebih bermoral dan bersumber daya yang tinggi. Semoga artikel pendidikan karakter ini dapat memberikan manfaat.

Model Pembelajaran untuk Anak SD

Rabu, 10 Desember 2014

Bagus tidaknya murid dapat dikaitkan dengan metode pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Mulai dari system diskusi, system regu dan sebagainya. Siswa yang masuk tingkat sekolah dasar, rata-rata memiliki kesulitan dalam menerima pelajaran, bisa dikarenakan sifat yang masih ingin bermain dan rasa bosan dalam belajar. Tentunya guru harus mengetahui gejala ini untuk mengatisipasi siswa yang mengalami masalah ini. Rancangan system yang paling cocok untuk anak sd adalah dengan system bermain eksperimental. Metode pembelajaran ini tidak menekankan kepada murid untuk membaca dan menghafal teori yang mereka dari guru. Yang ditekankan dari metode ini adalah memberikan pengetahuan kepada murid lewat ekperimen yang tidak mereka duga.

Untuk lebih sederhananya seperti ini :

1. Sebelum memberikan teori pada bab
yang akan dibahas ajak murid untuk melakukan kegiatan yang berhubungan dengan teori yang akan diterangkan usahakan jangan membuat siswa merasa curiga, selipkan beberapa macam permainan yang membuat mereka nyaman dan meningkatkan motorik siswa.
2. Setelah melakukan kegiatan diluar ruangan, berikan beberapa pertanyaan kepada siswa. Seperti apa yang telah dirasakan pada saat melakukan kegiatan.
3. Beri penjelasan kepada siswa melalui teori yang ada dan praktekan kembali bila siswa menginginkan contoh yang lain untuk lebih mengerti.

Untuk lebih mudahnya dapat dicontohkan sebagai berikut:

Bila anda akan membahas tentang radiasi silakan anda membaca atau mereview dahulu tentanga masalah ini. Lalu silakan ajak siswa untuk keluar ruangan untuk melakukan sesuatau kegiatan namun anda jangan member tahu tujuan dari siswa tersebut. Usahakan semua siswa ikut melakukan tugas yang telah anda rancang dan merasakan rasa panas dari radiasi sinar matahari. Setelah dirasa cukup panggil kembali siswa untuk masuk kekelas , tanyakan kembali dari kegiatan yang telah dilakukan tersebut apa meraka merasakan adanya rasa panas yang diterima pada saat melakukan kegiatan tersebut dan bila mereka merasakan serta menjelaskan biarkan . lalu anda beri pengetahuan fenomena yang telah mereka rasakan. Dengan cara ini anda akan menghemat waktu pelajaran dan 1 bab telah terselesaikan.